Liga Italia Berubah Wajah Kepelatihan Tim Besarnya

daftar

Perubahan radikal terjadi di Liga Italia hanya dalam 48 jam terakhir. Klub-klub raksasa ”Negeri Gladiator” mulai dari Inter Milan, Juventus, hingga Napoli mengganti pelatih mereka pada saat bersamaan.

Tak ayal, pergantian wajah ini akan mengubah pesta persaingan musim depan. Rentetan perubahan ini dimulai dari sang juara liga, Inter. Mereka terlebih dahulu mengumumkan berpisah dengan pelatih yang baru saja mengantar juara, Antonio Conte.

Menurut berita dari laman resmi situs bola online terpercaya, Inter dan Conte sepakat menyudahi kontrak yang masih tersisa satu tahun karena perbedaan ambisi.

Setelah keputusan mengejutkan dari Inter, giliran sang rival yang beraksi. Juve mendepak Andrea Pirlo, sementara Napoli memecat Genarro Gattuso. Kedua tim ini merombak kursi kepelatihan karena gagal memenuhi target awal.

Di tengah kekosongan kursi pelatih dalam tiga tim tersebut, pelatih-pelatih top menjadi rebutan. Salah satunya adalah pelatih berpengalaman Italia, Massimiliano Allegri. Menurut Football Italia, dia menjadi pilihan utama untuk Inter, Napoli, dan Juventus.

Liga Italia

Namun, ternyata Inter dan Napoli terlambat meminang Allegri. Sang pelatih berusia 53 tahun ini sudah menjalin kontak dengan bekas klubnya, Juve. Dia pun sepakat untuk kembali menjalin reuni dengan ”Si Nyonya Besar”.

daftar

Drama rebutan pelatih kembali berlanjut. Kehilangan Allegri, Inter langsung mengalihkan perburuan ke Pelatih Lazio Simone Inzaghi. Kontrak Inzaghi akan habis pada 30 Juni mendatang sehingga dia bebas untuk pindah musim depan.

Hal yang menjadi drama, Inzaghi sebenarnya sudah menjalin kesepakatan verbal dengan Lazio. Mantan penyerang tim nasional Italia itu sudah bersepakat dengan Presiden Lazio Claudio Lotito untuk memperpanjang kontrak hingga Juni 2024.

Namun, Inzaghi berubah pikiran pada detik terakhir. Dia memilih Inter sebagai tujuan baru karier kepelatihannya. Setelah keputusan ini, Inzaghi yang pernah bersama Lazio selama 22 tahun, sebagai pemain dan pelatih, langsung mengucapkan perpisahan kepada fans.

Inzaghi dikabarkan menerima tawaran Inter dengan kontrak dua musim senilai 4 juta euro (sekitar Rp 69 miliar), ditambah bonus 1 juta euro (sekitar Rp 17 miliar) per musim. Jumlah itu berkisar dua kali lipat dibandingkan dengan gaji dari Lazio.

Sementara itu, Napoli memutuskan untuk meminang pelatih yang sedang tidak punya klub, Luciano Spalletti. Dia mengganggur sejak dipecat oleh Inter pada 2019. Spaletti diberikan kontrak selama dua tahun dengan opsi perpanjangan setahun.

Perubahan peta

Tak ayal, perubahan radikal ini hampir pasti akan mengubah drastis peta persaingan liga. Tantangan terbesar dihadapi oleh Inter. Kans mereka mempertahankan gelar juara menurun drastis.

Kehilangan Conte menjadi kerugian terbesar bagi ”Si Ular Besar”. Conte merupakan pelatih spesialis menjuarai liga. Hal itu sudah terbukti selama melatih Juve, Chelsea, ataupun Inter musim ini.

Selain itu, krisis finansial klub juga mengharuskan mereka menjual beberapa pemain bintang. Situasi ini yang harus dihadapi oleh Inzaghi. Adapun Inzaghi belum punya pengalaman mengantarkan tim juara liga. Prestasi maksimalnya hanya menjuarai Piala Italia.

Liga Italia

Juve justru mendapat angin segar. Mereka mengambil jalan paling aman dengan reuni bersama bekas pelatih. Selama di bawah Allegri, ”Si Nyonya Besar” sangat dominan di kompetisi lokal. Allegri menghasilkan 5 trofi Liga Italia dan 4 trofi Piala Italia selama lima musim (2014-2019).

Pengalaman ini memungkinkan Juve bersaing untuk scudetto musim depan. Mengingat, mereka kehilangan dominasi pada musim ini. Pirlo dalam musim debutnya hanya mampu membuat Juve finis di peringkat keempat.

Allegri memang pelatih berpengalaman, tetapi pemanggilannya belum tentu bisa menjadi garansi kesuksesan. Reuni pelatih ke tim sebelumnya tidak selalu berakhir manis. Lihat saja Zinedine Zidane yang kurang bersinar bersama Real Madrid dalam fase kedua melatih, tidak seperti pada fase pertama bersama ”El Real”.

Tantangannya pun akan berbeda musim depan. Juve kemungkinan besar akan kehilangan megabintang Cristiano Ronaldo yang digosipkan sudah tidak betah di kota Turin. Kepindahan itu sudah pasti berdampak pada kualitas tim.

Di sisi lain, Napoli juga melakukan perjudian dengan mengambil Spalletti. Pelatih bergaya pelontos ini memang punya banyak pengalaman di Italia. Namun, dua kali pengalaman melatih terakhir berakhir kurang baik. Spalletti hanya bertahan tidak lebih dari dua musim saat melatih Inter (2017-2019) dan Roma (2016-2017) karena prestasi yang biasa-biasa saja.

Saat para pesaing berganti pelatih, AC Milan justru masih memilih tetap setiap dengan Stefano Pioli. Bukan tidak mungkin Milan justru akan mengambil keuntungan dari gejolak tim lain yang harus beradaptasi dengan pelatih baru.